Tulisan ini berfokus pada hubungan antara tradisi Tariu masyarakat Dayak dan konsep keadilan Tuhan yang diungkapkan dalam Nahum 1:1-8. Melalui kajian ini, ditemukan bahwa Tariu tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi budaya, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai spiritual dan sosial yang berkaitan dengan keadilan dan keseimbangan. Tariu menjadi simbol kehadiran Tuhan dalam konteks budaya Dayak. Tujuan penulisan adalah untuk memperdalam pemahaman tentang bagaimana masyarakat Dayak memandang dan mengadakan keadilan Tuhan. Metodologi yang digunakan mencakup analisis literatur, observasi terhadap kegunaan Tariu, dan interpretasi teks Nahum, dengan pendekatan kualitatif untuk menggali konteks budaya secara mendalam. Penelitian ini memberikan wawasan tentang integrasi antara tradisi lokal Masyarakat Dayak dan Kitab Suci Perjanjian Lama, serta relevansinya dalam memahami keadilan Tuhan di era modern
Copyrights © 2025