cover
Contact Name
Din Oloan Sihotang
Contact Email
bonaventuradelitua@gmail.com
Phone
+6282267610116
Journal Mail Official
oloansihotang81@gmail.com
Editorial Address
Jl. Besar Sibiru-Biru Gang Nogio No.111 Delitua Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
In Veritate Lux : Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, dan Budaya
Jurnal In Veritate Lux adalah media komunikasi ilmiah yang dimaksudkan untuk menampung hasil penelitian, hasil kajian, atau kajian ilmiah yang berkaitan dengan Filsafat, Katekese, Pastoral, Teologi, dan ilmu-ilmu sosial Keagamaan Katolik sebagai bentuk kontribusi STP Santo Bonaventura Delitua Medan terhadap perkembangan Pendidikan Agama Katolik secara umum. Jurnal In Veritate Lux diterbitkan oleh STP St. Bonaventura Delitua Medan, Indonesia.
Articles 79 Documents
MAKNA DAN NILAI KRISTIANI HARI MINGGU Dalia, Adrianus
IN VERITATE LUX Vol 5 No 2 (2022): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v5i2.3

Abstract

Tujuan artikel ini adalah mendeskripsikan dan mengkaji secara mendalam tentang makna dan nilai Kristiani dari Hari Minggu. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskripsi kualitatif yang menggambarkan sebuah teori atau gagasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hari Minggu merupakan perayaan kebangkitan Kristus yang hidup dan menyertai umat beriman kristiani sepanjang zaman. Hari Minggu berarti juga hari berkumpul umat beriman sebagai wujud kebersamaan. Hari Minggu diartikan sebagai hari Ekaristi yang merupakan jantung dari kehidupan Gereja. Sebagai perayaan khusus akan misteri paskah Kristus mingguan, umat beriman kristiani ambil bagian dalam persekutuan iman dan kegembiraan akan rahmat penebusan Tuhan dengan berhimpun bersama sambil mendengarkan Sabda Tuhan namun terutama ambil bagian dalam Ekaristi kudus. Di dalamnya Tuhan diagungkan dan dimuliakan dalam doa dan pujian, dalam Sabda namun terutama dalam Ekaristi yang mengenyangkan jiwa. Melalui perayaan liturgis di hari Minggu itulah, umat dikuatkan dan dikuduskan untuk membawa kurban Kristus bagi dunia dan sesama dalam keseharian hidup.
THE EXPERIENCE OF EVIL THE EXPERIENCE OF EVIL AND DISORDER ACCORDING SAINT THOMAS AQUINAS (On Evil, q. 1, aa. 1-2) Woda, Angelo Luciani Moa Dosi
IN VERITATE LUX Vol 5 No 2 (2022): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v5i2.5

Abstract

Dalam kenyataan hidup sehari-sehari, kita semua sebagai manusia yang berada di dalam dunia yang fana ini, kita nyaris tidak dapat menghindari apa yang disebut dengan kejahatan. Lantas, pertanyaan mendasar yang dapat kita ajukan ialah apakah itu kejahatan? Mengapa ada kejahatan? Apa yang harus kita lakukan untuk menghindari kejahatan? Santo Thomas Aquinas, seorang Pujangga Gereja dari Ordo Dominican menyatakan bahwa kejahatan adalah tiadanya atau kekurangan dari kebaikan. Jelas kejahatan bukanlah esensi atau hakekat dari ada. Akan tetapi kejahatan adalah sesuatu yang mengganggu, merugikan, dan menindas kehidupan manusia. Oleh sebab itu hanya melalui peristiwa Inkarnasi, Sengsara, Wafat dan Kebangkitan Kristus, kejahatan dapat dikalahkan.
ALKITAB DI TANGAN NAPI RUTAN MAUMERE: TANGGAPAN TERHADAP KEBUNTUAN PASTORAL DI NTT Nahak, Servinus Haryanto; Camnahas, Antonio
IN VERITATE LUX Vol 5 No 2 (2022): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v5i2.6

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa kegiatan rutin Syering Kitab Suci di Rutan Maumere merupakan sebuah model tanggapan terhadap konteks pastoral di NTT. Pembacaan Alkitab berbasis rakyat sebagai anak kandung Teologi Pembebasan telah membawa pengaruh dalam wacana Kerasulan Kitab Suci pada level mundial. Pasca Konsili Vatikan II, Gereja Indonesia pun menggalakkan pembentukan KBG ala Amerika Latin dan Syering Kitab Suci mulai diperkenalkan kepada umat. Namun, upaya menjadikan umat sebagai “pemain utama” di hadapan Alkitab menemukan kendala pastoral di lapangan. Untuk membahas masalah ini penulis melakukan studi kualitatif atas berbagai dokumen dengan menggunakan pola pendekatan “tiga langkah” yang biasa dipakai dalam Ajaran Sosial Gereja: to see-to judge-to act sebagai pisau bedah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan Kerasulan Kitab Suci di NTT 50 tahun terakhir ini ternyata mempunyai konteks yang khas. Pembacaan Alkitab berbasis rakyat versi NTT berhadapan dengan realitas profil KBG yang berciri devosional dan menjadi perpanjangan tangan administrasi parokial. Melihat (to see) realitas yang menantang tersebut, berbagai refleksi (to judge) telah dibuat dan pada gilirannya ditanggapi (to act) secara kreatif. Beberapa komunitas akar rumput yang secara rutin melakukan Syering Kitab Suci di Kota Maumere-Flores merupakan model dari tanggapan tersebut.
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI DI SMP KATOLIK STELLA MARIS TOMOHON Labuan, Bernadina
IN VERITATE LUX Vol 5 No 2 (2022): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v5i2.7

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di SMP Katolik Stella Maris Tomohon, yakni mengenai realitas pelaksanaan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti, mengetahui faktor penghambat peningkatan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di sekolah, dan upaya-upaya peningkatan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil analisis data dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan yaitu: Realitas pelaksanaan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di SMP Katolik Stella Maris Tomohon sudah berjalan sesuai dengan visi dan misi sekolah, hal ini terwujud dalam proses pembelajaran. Walaupun ada tugas-tugas tambahan tidak menjadi beban bagi guru dalam memberikan pengajaran dengan baik, faktor-faktor penghambat peningkatan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti baik yang berasal di dalam diri dan di luar diri itu diakibatkan oleh berbagai hal akhirnya berdampak pada kompetensi profesional guru dalam mengajar, dan upaya untuk meningkatkan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti perlu diwujudkan dengan tindakan nyata, terpenting ialah guru membuka diri untuk adanya perubahan dalam mengembangkan kompetensi profesionalnya.
PERAN KATEKIS DALAM KATEKESE SIKAP-SIKAP LITURGIS PADA PERAYAAN EKARISTI Tibo, Paulinus
IN VERITATE LUX Vol 5 No 2 (2022): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v5i2.8

Abstract

Katekis adalah seorang awam yang dipilih dan mendapat pendidikan secara khusus oleh Gereja sesuai dengan kebutuhan setempat, untuk memperkenalkan Kristus, bagi mereka yang belum mengenal-Nya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran katekis liturgis dalam berkatekese tentang sikap-sikap liturgis pada Perayaan Ekaristi di Kuasi Paroki Santo Antonius Padua Teluk Kuantan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Katekis, Umat, Ketua Dewan Stasi, dan Pastor Paroki. Peran Katekis terlihat dari proses penyampaian katekis yang benar dan jelas dalam berkatekese tentang sikap-sikap liturgis pada Perayaan Ekaristi dan katekis menjadi teladan dalam menerapkan sikap-sikap liturgis. Sedangkan sikap-sikap liturgis di Kuasi Paroki juga berjalan dengan baik. Namun membutuhkan pengulangan agar umat semakin paham. Temuan penelitian ini bahwasanya katekis sudah menerapkan kedua peran diatas dengan baik dan benar. Katekis sudah mampu menyampaiakan secara jelas tentang sikapsikap liturgis, menjadi teladan bagi umat dalam menerapkan sikap-sikap liturgis Perayaan Ekaristi. Namun ada beberapa umat yang berharap agar pelaksanaan katekese tentang sikap-sikap liturgis pada Perayaan Ekaristi tetap dilaksanakan dan terus diulangi agar umat semakin paham dan ingat dalam menerapkan sikap-sikap liturgis Perayaan Ekaristi dengan benar sesuai dengan yang telah diajarkan
UPAYA PENGEMBANGAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN CALON GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI STAKAT NEGERI PONTIANAK Tobing, Ona Sastri
IN VERITATE LUX Vol 6 No 1 (2023): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v6i1.14

Abstract

Masalah dalam penelitian dengan judul “Upaya Pengembangan Kompetensi Kepribadian Calon Guru PAK di STAKat Negeri Pontianak” ini adalah kompetensi kepribadian calon guru Pendidikan Agama Katolik dan bagaimana upaya pengembangan kompetensi kepribadian tersebut. Bentuk penelitian yang digunakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mendalami terkait kompetensi kepribadian calon guru serta bagaimana upaya pengembangan kompetensi kepribadian tersebut. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis  dengan teknik reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Temuan dalam penelitian ini adalah para tenaga pendidik dan calon guru Pendidikan Agama Katolik memahami indikator-indikator kompetensi kepribadian seorang guru. Tetapi dalam upaya pengembangan kompetensi kepribadian berdasarkan sila pastoral dasar sangat rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dilakukannya Focus Group Discussion (FGD) terkait dengan upaya pengembangan kompetensi kepribadian para calon guru Pendidikan Agama Katolik demi penguatan bobot atau kualitas rohani diri sendiri guru Pendidikan Agama Katolik itu sendiri.
FAKTOR PELINDUNG RESILIENSI AKADEMIK SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS SEMINARI MENENGAH DI INDONESIA Sembiring, Mimpin; Tarigan, Thomas
IN VERITATE LUX Vol 6 No 1 (2023): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v6i1.15

Abstract

Abstrak Penelitian tentang resiliensi akademik telah banyak dilakukan di seluruh dunia. Banyak faktor pelindung dan faktor risiko resiliensi akademik yang telah diteliti. Namun, penelitian resiliensi akademik terhadap siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) seminari menengah masih merupakan hal yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk menggali sejumlah faktor pelindung resiliensi akademik siswa SMA seminari menengah, yaitu: iklim sekolah dan kesejahteraan rohani. Ini penting, mengingat bahwa SMA seminari menengah merupakan institusi pendidikan yang spesifik, dan sangat penting bagi Gereja Katolik. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 664 siswa yang berasal dari 3 SMA seminari menengah di Indonesia. Angket penelitian disebar dengan dua cara, online dan ofline. Pengumpulan data terhadap dua SMA seminari dilakukan secara ofline, sedangkan terhadap satu SMA seminari lainnya secara online melalui google form. Data dianalisis dengan menggunakan aplikasi AMOS. Hasil uji model teoretis menunjukkan bahwa model resiliensi akademik siswa SMA Seminari Menengah ditinjau dari iklim sekolah dan Kkesejahteraan rohani sesuai dengan model empiris. Selain itu dari iklim sekolah dan kesejahteraan rohani berkorelasi signifikan dan positif terhadap resiliensi akademik, Dengan demikian temuan penelitian ini ialah bahwa iklim sekolah dan kesejahteraan rohani adalah faktor pelindung resiliensi akademik bagi siswa SMA seminari menengah, Kata kunci: resiliensi akademik, SMA Seminari Menengah, iklim sekolah, kesejahteraan rohani, faktor pelindung.
PERAN GURU AGAMA KATOLIK DENGAN MENINGKATKAN NILAI MORAL PESERTA DIDIK KELAS XI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS SWASTA KATOLIK 2 KABANJAHE Br Ginting, Elisa; Lumbanbatu , Johannes Sohirimon; Sitepu, Abdi Guna
IN VERITATE LUX Vol 6 No 1 (2023): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v6i1.16

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan Peran Guru Pendidikan agama Katolik meningkatkan nilai moral peserta didik kelas XI di Sekolah Menengah Atas Swasta Katolik 2 Kabanjahe. Permasalahan dalam penelitian ini adanya guru PAK yang belum memahami seutuhnya perannya sebagai tokoh dalam meningkatkan nilai moral siswa seiring perkembangan zaman. Melalui pendekatan kualitatif, data diperoleh dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sasaran penelitian adalah Guru pendidikan agama Katolik dan peserta didik di Sekolah Menengah Atas Swasta Katolik 2 Kabanjahe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Agama Katolik sudah melaksanakan tugasnya sebaik mungkin dengan meningkatkan nilai moral peserta didik dan peserta didik memiliki moral yang baik. Guru berperan sebagai model, teladan, pendidik dan gembala. Nilai moral yang dimiliki peserta didik ialah religius, jujur, tanggung jawab, disiplin, dan mandiri.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DALAM MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK SISWA MELALUI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK Simbolon, Erikson; Sagala, R. Ferianus; Simarmata, Petrus
IN VERITATE LUX Vol 6 No 1 (2023): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v6i1.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan model blended learning, dilihat dari prestasi Akademi peserta didik. Permasalahan penelitian ialah Bagaimana penerapan model benda learning terhadap prestasi akademik peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik kelas XI. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Berastagi. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi serta informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama pendidikan Katolik dan peserta didik dengan kunci instrumen peneliti sendiri. Objek penelitian sekaligus sebagai data primer penelitian ialah penerapan model blended learning terhadap prestasi akademik peserta didik yang dilakukan guru Pendidikan Agama Katolik dan peserta didik. Data yang sudah terkumpul dari lapangan akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara keabsahan data penelitian maka peneliti melakukan triangulasi baik teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model blended learning dapat meningkatkan prestasi akademik siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Katolik.
PARTISIPASI UMAT DALAM LITURGI DI PAROKI SANTO PETRUS DAN PAULUS KABANJAHE Ginting, Pelta; Simbolon, Erikson
IN VERITATE LUX Vol 6 No 1 (2023): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v6i1.18

Abstract

This research was conducted to determine the participation of the people in liturgical celebrations at the Berastepu Station, St. Petrus and Paulus Parish, Kabanjahe. The research methodology used in this research is qualitative. Data collection techniques are carried out by observation, interviews, and documentation. Data processing techniques are carried out by data reduction, data analysis, and drawing conclusions. The place of research is at Berastepu Station, St. Peter and Paulus Parish, Kabanjahe. The number of informants for this study were 15 people. The findings of this study are that the people's appreciation of the Church's liturgy is still very low. This low appreciation is evident in the participation of the people in the liturgy which is still passive

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 1 (2025): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, Vol 7 No 2 (2024): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, Vol 7 No 1 (2024): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, Vol 6 No 2 (2023): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, Vol 6 No 1 (2023): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, Vol 5 No 2 (2022): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, Vol 5 No 1 (2022): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, Vol 4 No 2 (2021): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, Vol 4 No 1 (2021): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, Vol 3 No 2 (2020): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, Vol 3 No 1 (2020): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, Vol 2 No 2 (2019): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, Vol 2 No 1 (2019): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, Vol 1 No 2 (2018): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, Vol 1 No 1 (2018): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, More Issue