Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan kurikulum dan hambatan apa saja yang membuat sebagian besar Sekolah Menengah Atas swasta belum menerapkan kurikulum merdeka belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data dari kajian literatur. Teknik pengumpulan data berupa observasi terhadap sekolah yang menggunakan 2 kurikulum berbeda dan data wawancara diperoleh dengan mengajukan pertanyaan kepada guru muda matematika non professional dan guru matematika senior professional yang menerapkan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dari total 147 sekolah menengah swasta yang tersebar di 40 Kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor, didapatkan sebanyak 124 sekolah masih menggunakan kurikulum 2013, sebanyak 5 sekolah menggunakan kurikulum 2013 yang disempurnakan serta sebanyak 15 sekolah lainnya sudah menerapkan kurikulum merdeka belajar. Oleh karena itu, perlu dilakukan asesmen terhadap kurikulum merdeka belajar untuk mengetahui permasalahan-permasalahan sekolah-sekolah yang masih menerapkan kurikulum 2013. Hal yang dikaji dalam artikel ini yaitu perubahan kurikulum beserta faktor yang mempengaruhinya, tahapan dalam perubahan kurikulum, kendala dalam menerapkan kurikulum merdeka dan upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi hambatan penggunaan kurikulum merdeka.
Copyrights © 2025