Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan Merdeka Belajar di SMA PGRI 24 Jakarta telah diimplementasikan dengan mempertimbangkan prinsip berpikir strategik, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan. Upaya sekolah dalam memahami dan menerapkan kebijakan ini sudah terlihat melalui fleksibilitas kurikulum, kolaborasi dengan pihak eksternal, dan pengembangan strategi pembelajaran berbasis proyek. Namun, beberapa hambatan seperti keterbatasan infrastruktur, literasi digital guru, dan rendahnya keterlibatan orang tua masih memengaruhi optimalisasi kebijakan ini keterbatasan pelatihan bagi guru yang berdampak pada kemampuan mereka dalam merancang pembelajaran yang efektif. Selain itu, keterbatasan infrastruktur teknologi juga menjadi kendala dalam mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Pendekatan berpikir strategik yang lebih terencana dan terpadu, didukung oleh pelatihan intensif serta penguatan evaluasi berbasis teknologi, dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar di sekolah tersebut. Hasil penelitian disajikan berdasarkan data dari studi literatur, observasi lokasi, dan analisis kebijakan antara lain: 1) Pemahaman dan Komitmen Stakeholder; 2) Fasilitas dan Infrastruktur Pendukung; 3) Fleksibilitas Kurikulum dan Strategi Pembelajaran; 4) Evaluasi dan monitoring.
Copyrights © 2025