Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara Gereja dan kaum migran dari sudut pandang teologi migrasi. Faktanya, setiap aspek kehidupan manusia dipengaruhi oleh migrasi, yang dapat dianggap sebagai salah satu masalah paling kompleks di dunia. Artikel ini ditulis dengan pendekatan kualitatif dan berfokus pada cara studi kepustakaan dilakukan. Metode ini memungkinkan pengumpulan dan analisis informasi dari berbagai sumber, termasuk buku, artikel, dokumen, surat kabar, kebijakan, dan temuan penelitian atau penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa migrasi bukan hanya sebuah fakta sosial yang memiliki implikasi dalam kehidupan yang kompleks, tetapi juga cara berpikir tentang Tuhan dan apa artinya menjadi manusia yang hidup tanpa sekat sosial. Dengan demikian, kita dapat memahami dan menanggapi pengalaman hidup kaum migran dengan lebih baik. Sumber refleksi teologis tentang migrasi adalah sejarah hidup dan pengalaman penderitaan kaum migran. Salah satu landasan teologis untuk membangun sinodalitas Gereja bersama kaum migran adalah teologi migrasi. Bentuk sinodalitas ini mencakup Gereja yang terbuka untuk mendengarkan dan belajar dari pengalaman hidup kaum migran, mengembangkan kerja kolaboratif dengan pihak-pihak terkait untuk memperjuangkan martabat luhur kaum migran, dan melakukan diakonia pastoral melalui animasi, mediasi, dan advokasi.
Copyrights © 2025