Pendidikan di Indonesia saat ini tengah mengalami transformasi signifikan dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka, yang menekankan fleksibilitas dalam pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi holistik siswa. Salah satu fokus utama dari kurikulum ini adalah penguatan kompetensi berbahasa Indonesia, yang mencakup keterampilan berbicara, menulis, mendengarkan, dan membaca. Meskipun demikian, keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka tidak hanya bergantung pada materi atau metode pembelajaran, tetapi juga pada kesiapan mental siswa untuk beradaptasi dengan pembelajaran yang lebih fleksibel dan berbasis kompetensi. Kesiapan mental yang optimal akan membantu siswa mengatasi tantangan dalam pembelajaran, terutama dalam mata pelajaran yang mendasar seperti Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kesiapan mental siswa kelas 2 SD Mardi Rahayu terhadap hasil pembelajaran Bahasa Indonesia dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian ini akan menilai sejauh mana kesiapan mental, yang mencakup aspek emosional, sosial, dan kognitif, mempengaruhi kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia. Dengan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan mental siswa, seperti dukungan orang tua dan pengalaman sosial, diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berguna untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan mendukung kesejahteraan mental siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi penting bagi guru, orang tua, dan pihak sekolah dalam merancang pembelajaran yang mendukung kesiapan mental siswa, serta memberikan rekomendasi yang bermanfaat untuk keberhasilan pendidikan di era Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2025