Selain sebagai kebutuhan dasar manusia, perumahan juga merupakan aset berharga bagi keluarga. Kualitas hidup masyarakat sangat dipengaruhi oleh industri real estate. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana permintaan perumahan di Provinsi Nusa Tenggara barat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti Populasi, pendapatan per kapita, inflasi, tingkat pengangguran terbuka, dan harga anatar tahun 2014-2023. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan metodologi kuantitatif. Analisis Regresi Linier Berganda dengan menggunakan Data Panel adalah teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini. Menurut temuan penelitian, harga, inflasi, dan tingkat pengangguran terbuka secara signifikan mempengaruhi permintaan perumahan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dari tahun 2014 hingga 2023, meskipun jumlah penduduk dan pendapatan per kapita tidak memiliki dampak yang terlihat
Copyrights © 2025