Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara Pendidikan Agama Islam dan tradisi lokal di komunitas petani Desa Tanjungkerta Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu dengan pendekatan etnografi. Pendidikan Agama Islam di Desa ini diterapkan tidak hanya melalui lembaga formal, tetapi juga melalui tradisi lokal seperti sedekah bumi, baritan, dan selametan yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam, seperti gotong-royong dan tanggung jawab sosial, diperkuat oleh tradisi lokal, menjadikan Pendidikan Agama Islam lebih relevan dan mudah diterima. Tokoh agama dan pemimpin lokal berperan penting dalam menyampaikan ajaran yang terkait dengan kehidupan petani, sehingga Pendidikan Agama Islam menjadi bagian dari praktik hidup komunitas. Integrasi ini berdampak positif pada norma sosial dan budaya, menciptakan masyarakat yang harmonis dan berkesadaran lingkungan.
Copyrights © 2025