Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran falsafah hidup masyarakat Banjar dalam memperkuat nilai-nilai ideologi Pancasila, khususnya sila keempat, di kalangan Generasi Z di Kota Banjarmasin. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dan paradigma konstruktivisme sosial, penelitian ini menggali pengalaman serta pandangan masyarakat dan pelaku budaya melalui wawancara dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur seperti gotong royong, musyawarah, dan penghormatan terhadap sesama yang menjadi bagian dari falsafah hidup orang Banjar mulai mengalami pemudaran akibat pengaruh globalisasi dan homogenisasi budaya asing. Generasi Z cenderung lebih terpapar budaya populer global yang menyebabkan keterputusan dengan akar budaya lokal. Meskipun demikian, nilai-nilai kearifan lokal tersebut masih dapat menjadi landasan penting dalam penguatan karakter kebangsaan dan implementasi nilai Pancasila jika diintegrasikan melalui pendidikan, komunitas budaya, dan peran generasi sebelumnya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam upaya pelestarian budaya lokal serta penguatan identitas ideologis di era digital.
Copyrights © 2025