Topik gastronomi menjadi pilihan karena ilmu ini sudah menjadi bagian dari pariwisata karena berkaitan dengan seni kuliner – makanan; yang sangat terkait erat dengan area atau tempat, identitas, dan budaya. Tujuan penelitian ini untuk menilik filosofi dari beragam kuliner non-halal yang ada di Glodok, Jakaarta Barat. Metode deskriptif dengan uraian kualitatif digunakan peneliti untuk menjabarkan atas gambaran yang didapat saat turun lapangan. Hasil yang didapatkan bahwa filosofi, bumbu, rasa, dan tampilan untuk makanan seperti kuo tie, bakso, bakmi, dan sekba masih sama dengan asalnya dari Tionghoa. Pergeseran terjadi pada bakpia dimana yang dijual hanya rasa manis tanpa daging babi yang aman dikonsumsi masyarkat Indonesia. Filosofi dan alkulturasi budaya Tionghoa – Indonesia ini harus dipertahankan sehingga disarankan bagi penjual makanan untuk mempertahankan dan mempelajari ilmu gastronomi sehingga informasi yang diberikan akan semakin lengkap dan akurat. Penelitian ini bisa dilanjutkan untuk disiplin ilmu lain seperti ekonomi dan pariwisata gastronomi yang lebih mendalam.
Copyrights © 2020