Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak kedua di dunia, menjadikan perayaan Idul Fitri sebagai momen penting dalam aspek sosial dan ekonomi. Penelitian ini menganalisis pengaruh Hari Raya Idul Fitri terhadap inflasi di Indonesia, di mana konsumsi masyarakat meningkat, terutama pada komoditas makanan, sandang, dan transportasi. Jika peningkatan permintaan ini tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan yang memadai, maka akan terjadi inflasi signifikan. Literatur ekonomi menunjukkan bahwa inflasi dipengaruhi oleh peningkatan jumlah uang beredar, biaya produksi, dan perilaku konsumsi. Dalam konteks Idul Fitri, inflasi demand-pull muncul ketika permintaan melebihi penawaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri berkontribusi terhadap tekanan inflasi, terutama pada kebutuhan pokok. Untuk mengatasi inflasi ini, pemerintah perlu menerapkan kebijakan pengawasan harga, memberikan stimulus ekonomi, dan meningkatkan produksi serta distribusi barang. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak negatif inflasi, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih stabil dan sejahtera.
Copyrights © 2024