Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang berperan penting dalam membentuk karakter serta perkembangan sosial dan emosional anak, termasuk anak berkebutuhan khusus seperti yang mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan hiperaktif. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap perkembangan sosial emosional anak dengan ADHD dan hiperaktif di TK Kristen Permata Sentani. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua sangat memengaruhi kondisi sosial emosional anak; anak-anak dari keluarga yang mengalami permasalahan seperti perceraian menunjukkan kebutuhan emosional yang lebih kompleks. Meskipun lembaga pendidikan telah berperan aktif dalam mendukung perkembangan anak, keterlibatan orang tua masih sangat diperlukan. Pendidikan formal perlu dilengkapi dengan dukungan dari lembaga nonformal dan pola pengasuhan yang positif, melalui komunikasi terbuka, keteladanan, dan perhatian khusus, agar perkembangan sosial emosional anak, khususnya yang berkebutuhan khusus, dapat berlangsung secara optimal.
Copyrights © 2025