Studi ini menganalisis pengaruh polarisasi ideologis Perang Dingin (1947–1991) antara Amerika Serikat dan Uni Soviet terhadap perkembangan teknologi kontrol opini publik. Melalui analisis historis kualitatif dan studi kasus komparatif dari dokumen yang dideklasifikasikan, penelitian ini mengungkap perbedaan dalam pendekatan teknologi: AS mengembangkan media "kekuatan lunak" seperti Voice of America dan ekspor budaya, sementara Uni Soviet berfokus pada sistem represif termasuk sensor dan pengawasan radio. Metode penelitian termasuk analisis wacana kritis dari arsip Arsip Keamanan Nasional dan catatan Politbiro Uni Soviet, didukung oleh literatur sekunder tentang teknologi propaganda. Temuan menunjukkan bahwa persaingan ideologis memicu inovasi kontrol informasi yang warisannya terlihat dalam manipulasi digital modern. Penelitian ini berkontribusi untuk menelusuri akar teknologi disinformasi kontemporer dan menawarkan kerangka kerja baru untuk memahami perang informasi abad ke-21.
Copyrights © 2025