Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis pemikiran pendidikan multikultural Ki Hajar Dewantara dalam tinjauan Alquran. Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan seseorang dalam mengembangkan dirinya menjadi insan yang sempurna, sementara keragaman masyarakat menuntut agar pendidikan mampu menyesuaikan dengan kultur yang ada sehingga memerlukan penegasan tentang pendidikan yang multikultural, hal ini juga menjadi salah satu konsen dari pemikiran Ki Hajar Dewantara. Gagasan pendidikan multikultural tersebut dielaborasi lebih lanjut dengan beberapa konsep yang terdapat pada Alquran. Penelitian ini termasuk kategori deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan kepustakaan, dengan pendekatan kajian tokoh, guna mendalami dan menganalisa gagasan Ki Hajar Dewantara, khususnya tentang pendidikan multikultural. Pengumpulan datanya dengan studi dokumentasi dan kepustakaan, sedangkan untuk analisanya mengunakan analisis isi atau content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan: pertama, menunjukkan bahwa pendidikan multikultural adalah Pendidikan yang menitikberatkan pada penegasan, pengesahan, penanaman kesadaran, pengembangan akhlak setiap warga Negara agar memiliki adab, persaudaraan, tolong-menolong, serta menumbuhkan sikap toleransi dalam hidup berdemokrasi (musyawarah dan dialog). Pendidikan multikutural dalam pandangan Ki Hajar Dewantara merupakan pendidikan yang sangat menjunjung tinggi berbagai budaya yang terdapat di nusantara. Kedua, berbagai asas-asas pendidikan multikultur yang menjadi isi atau materi pendidikan Ki Hajar Dewantara tersebut diatas juga selaras dengan berbagai nilai yang terdapat dalam Alquran, diantaranya: QS. Ali Imron ayat 64 tentang prinsip musyawarah dan demokrasi, QS Al-Nisa ayat 131 tentang persaudaraan, QS. Al-Baqoroh ayat 256 tentang kebebasan memeluk agama, QS al-Maidah ayat 69 tentang pengakuan agama lain selain Islam, dan QS Al-Hujurat ayat 13 tentang humanis dan toleransi.
Copyrights © 2024