Kondisi lereng pada kawasan tambang batuan di Daerah Malanu, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong sangat menarik, karena terdapat rekahan-rekahan yang kemungkinan menyebabkan lereng berada dalam kondisi tidak stabil dan berpotensi menimbulkan bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas massa batuan, tingkat kestabilan lereng, dan upaya perkuatan lereng, sehingga dapat memberikan informasi kepada instansi terkait dan masyarakat mengenai kondisi lereng tersebut. Metode yang digunakan adalah scanline sampling, analisis RMR, analisis SMR, dan analisis kinematik. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa lereng 1 memiliki nilai RMR 65 (baik), tipe runtuhan guling, dan nilai SMR 65 (stabil), lereng 2 memiliki nilai RMR 67 (baik), tipe runtuhan baji, dan nilai SMR 59,5 (stabil sebagian), lereng 3 memiliki nilai RMR 63 (baik), tipe runtuhan bidang, dan nilai SMR 57 (stabil sebagian), lereng 4 memiliki nilai RMR 63 (baik), tipe runtuhan bidang, dan nilai SMR 13 (sangat tidak stabil), serta lereng 5 memiliki nilai RMR 60 (sedang), tipe runtuhan guling, dan nilai SMR 60 (stabil). Rekomendasi perkuatan yang disarankan oleh Romana (1985) adalah perkuatan (IIb) untuk lereng 1, perkuatan (IIIa) untuk lereng 1,2, dan 5, serta perkuatan (Va) untuk lereng 4. Kata kunci: Massa Batuan, Kestabilan lereng, Scanline, RMR, SMR
Copyrights © 2025