Probosciger aterrimus atau kakatua raja merupakan spesies burung kakatua yang menghadapi ancaman konservasi akibat deforestasi, perdagangan ilegal, dan tingkat reproduksi yang rendah. Kajian ini bertujuan untuk menelaah literatur terkait genetika molekuler guna memahami struktur populasi serta implikasi konservasinya. Studi terdahulu menunjukkan adanya perbedaan genetik yang signifikan antarpopulasi, yang dapat berdampak pada strategi konservasi, terutama dalam translokasi dan program pemuliaan berbasis konservasi. Namun, keterbatasan data molekuler masih menjadi tantangan dalam pengelolaan spesies ini. Selain itu, kurangnya pemetaan genetik dapat meningkatkan risiko hilangnya adaptasi lokal atau outbreeding depression akibat pencampuran populasi yang tidak sesuai. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut menggunakan teknologi genomik seperti Next-Generation Sequencing (NGS) dan Single Nucleotide Polymorphisms (SNPs) diperlukan untuk memastikan strategi konservasi yang lebih efektif. Kajian ini menekankan pentingnya pendekatan berbasis genetika dalam perlindungan jangka panjang P. aterrimus serta perancangan kebijakan konservasi yang lebih akurat
Copyrights © 2025