Proses berpikir kritis merupakan kemampuan yang esensial dalam menghadapi era modernisasi. Namun tidak sedikit siswa yang menghadapi kesulitan dalam proses berpikir kritis terutama pada pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika berpikir kritis siswa SMK dalam menyelesaikan soal matematika pada materi aturan sinus dan cosinus. Penelitian dilakukan di SMK Arya Singasari Larangan Kabupaten Brebes dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara terhadap siswa yang dikategorikan dalam tiga kelompok: tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan hasil belajar mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori tinggi memiliki kemampuan proses berpikir kritis dalam menafsirkan informasi dan menerapkan strategi penyelesaian masalah namun menghadapi problematika dalam mengevaluasi kekuatan metode yang diterapkan serta tidak dapat menarik kesimpulan dengan jelas dan rinci. Siswa dengan kategori sedang dan rendah dapat menafsirkan informasi, tetapi keduanya mengalami problematika dalam proses berpikir kritis pada tahap menerapkan strategi, evaluasi, dan menarik kesimpulan. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa problematika proses berpikir kritis siswa disebabkan karena kurangnya latihan dalam menyelesaikan masalah yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan minimnya pembelajaran berbasis pemecahan masalah menjadi faktor utama yang menghambat perkembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran berbasis STEM dan Problem-Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami dan menyelesaikan masalah trigonometri.
Copyrights © 2025