Pendidikan merupakan aspek krusial dalam pembangunan daerah. Pendidikan juga menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk mengasah potensi, mengembangkan keterampilan, dan meningkatkan daya saing. Pentingnya pendidikan dalam pembangunan tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dimana pendidikan menjadi salah satu komponen pengukuran selain aspek kesehatan dan standar hidup layak. Dalam 1 dekade terakhir, nilai IPM Kabupaten Brebes terutama dalam komponen pendidikan merupakan salah satu yang terendah di Jawa Tengah. Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan capaian nilai IPM, Pemerintah Kabupaten Brebes menerapkan inovasi Gerakan Kembali Bersekolah (GKB). Penelitian ini bertujuan mengukur pengaruh inovasi GKB terhadap IPM yang biasa digunakan untuk mengidentifikasi keberhasailan pembangunan daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan alat analisis menggunakan analisis Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi GKB berpengaruh terhadap peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) secara langsung dan secara tidak langsung berpengaruh terhadap peningkatan IPM. Hal ini mengindikasikan bahwa intervensi kebijakan melalui inovasi GKB baru akan berdampak terhadap IPM ketika pemerintah dan stakeholder lainnya mampu mengawal Anak Tidak Sekolah (ATS) menuntaskan jenjang pendidikan SMP dan SMA dan mengupayakan tidak ada kasus ATS baru. Dalam kondisi ini, GKB akan berkontribusi terhadap peningkatan harapan lama sekolah dan rata-rata Lama Sekolah yang merupakan indikator penyusun IPM.
Copyrights © 2025