Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology
Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN

HASIL TANGKAPAN KEPITING BAKAU Scylla serrata (Forskal, 1775) BERDASARKAN JENIS UMPAN DAN WAKTU PENANGKAPAN DI PERAIRAN TELUK BINTUNI

Kantun, I Wayan (Unknown)
Darius, Darius (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Apr 2023

Abstract

Kepiting bakau merupakan komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi dan dimanfaatkan secara intensif untuk memenuhi permintaan konsumen. Upaya untuk memenuhi kebutuhan konsumen, dilakukan pemanfaatan dengan beragam metode penangkapan untuk memperoleh hasil tangkapan kepiting bakau. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan hasil tangkapan berdasarkan jenis umpan dan waktu penangkapan. Penelitian di laksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2018 diperairan Distrik Babo Teluk Bintuni. Penelitian  menggunakan metode penangkapan percobaan dengan umpan sirip hiu dan ikan sembilang serta waktu penangkapan pagi dan malam hari. Hasil penelitian menunjukkan hasil tangkapan berjumlah 180 ekor dengan 98 ekor (54,44%) ditangkap menggunakan umpan ikan sembilang dan 82 ekor (45,56%) memakai umpan ikan hiu. Hasil tangkapan kepiting bakau berdasarkan waktu penangkapan malam dan pagi hari masing-masing 107 ekor (59,44% ) dan 73 ekor (40,56%). Sebaran ukuran lebar karapas berkisar 60-197 mm (132,34 ± 38,51 mm) dan bobot berkisar 286,34-989,42 g (684,79 ± 207,78 g). Sebaran ukuran lebar karapas dengan umpan ikan sembilang berkisar 60-197 mm (128,45 ± 36,76) dan bobot berkisar 286,34-983,75 g (662,93 ± 198,35 g), umpan ikan hiu berkisar 60-197 mm (136,99 ± 40,23 mm) dan bobot berkisar 286,34-989,42 g (710,93 ± 216,84 g). Sebaran ukuran lebar karapas yang ditangkap pagi hari berkisar 65-197 mm (130,29 ± 37,67) dengan bobot berkisar 2309,02-983,75 g (671,23 ± 201,87 g), waktu malam hari berkisar 60-197 mm (133,74 ± 39,19 mm) dan bobot berkisar 286,34-989,42 g (694,05 ± 212,15 g). Hasil tangkapan kepiting bakau dengan sebaran ukuran lebar karapas dan bobot terbesar tertangkap dengan umpan ikan hiu dan ditangkap pada malam hari. Kepiting bakau dominan tertangkap dengan menggunakan umpan ikan hiu dan hasil tangkapan terbanyak diperoleh  pada malam hari. Mud crab is a fishery commodity that has high economic value and is used intensively to meet consumer demand. Efforts to meet consumer needs are carried out using various fishing methods to obtain mud crab catches. This study aims to analyze the comparison of catches based on the type of bait and fishing time. The research was carried out from March to May 2018 in the waters of the Babo District, Bintuni Bay. The study used experimental fishing methods with shark and sembilang bait as well as fishing time in the morning and night day. The results showed that the catch amounted to 180 individu with 98 individu (54,44%) caught using sembilang fish bait and 82 individu (45,56%) using shark bait. The catch of mud crabs based on the time of fishing at night and morning was 107 individu (59,44%) and 73 individu (40,56%) respectively. The size distribution of carapace width ranged from 60-197 mm (132,34 ± 38,51 mm) and weight ranged from 286,34-989,42 g (684,79 ± 207,78 g). The size distribution of carapace width with sembilang fish bait ranged from 60-197 mm (128,45 ± 36,76) and weight ranged from 286,34-983,75 g (662,93 ± 198,35 g), shark bait ranged from 60- 197 mm (136,99 ± 40,23 mm) and the weight ranged from 286,34 to 989,42 g (710,93 ± 216,84 g). The size distribution of carapace width caught in the morning ranged from 65-197 mm (130,29 ± 37,67) with a weight ranging from 2309,02-983,75 g (671,23 ± 201,87 g), at night it was 60- 197 mm (133,74 ± 39,19 mm) and weight ranged from 286,34 to 989,42 g (694,05 ± 212,15 g). The dominant mud crabs are caught using shark bait and the highest catches are obtained at night

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

saintek

Publisher

Subject

Education

Description

SAINTEK PERIKANAN (p-ISSN: 1858-4748 dan e-ISSN: 2549-0885) adalah jurnal ilmiah perikanan yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Februari dan ...