Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan, kompensasi, kompetensi, dan motivasi terhadap kinerja guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Natuna. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 79 guru melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja guru (β = 0,148; p > 0,05). Sementara itu, kompensasi (β = 0,312; p < 0,05), kompetensi (β = 0,451; p < 0,01), dan motivasi (β = 0,389; p < 0,01) memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Secara simultan, keempat variabel ini memberikan kontribusi sebesar 67,8% terhadap kinerja guru (F = 34,215; p < 0,01). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun pelatihan berperan dalam meningkatkan keterampilan guru, kompensasi yang adil, kompetensi yang tinggi, dan motivasi yang kuat lebih berpengaruh dalam meningkatkan kinerja guru. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan perlu difokuskan pada peningkatan kesejahteraan guru, penguatan kompetensi, serta strategi motivasi yang lebih efektif guna menciptakan lingkungan pembelajaran yang berkualitas di SMK. Kata Kunci: Pelatihan, Kompensasi, Kompetensi, Motivasi, Kinerja Guru.
Copyrights © 2025