Saluran drainase adalah bagian penting dari infrastruktur di perkotaan maupun di perdesaan. Sistem saluran drainase seharusnya sudah dirancang dengan sesuai untuk memuat debit aliran yang normal, terutama saat musim hujan. Namun, meskipun telah adanya saluran drainase, belum tentu kinerjanya optimal. Desa Wedi merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kapas Kabupten Bojonegoro yang memiliki jumlah penduduk yang padat. Padatnya area permukiman menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir dikarenakan kurang adanya resapan. Diperlukan adanya penataan system drainase yang mampu menampung limpasan hujan hingga beberapa tahun mendatang. Analisis frekuensi terhadap data curah hujan dengan kala ulang 10 tahun menggunakan metode Gumbel. Metode Rasional digunakan untuk mendapatkan debit rencana (Qrenc). Dilakukan analisis hidraulika untuk menghitung debit kapasitas (Qkaps) dari saluran eksisting dan saluran rencana. Dari kedua hasil itu dibandingkan (Qkaps>Qrenc) untuk mengetahui kemampuan dari setiap ruas saluran dalam menampung debit rencana. Hasil Analisa untuk 5 tahun mendatang didapatkan (Qrenc>Qkaps) makan diperlukan adanya redimensi ulang dengan mendapatkan nilai saluran eksisting area 1: 1,0 x 1,2 m , area 2: 1,0 x 1,2 m , area 3: 1,2 x 1,2 m , area 4: 1,2 x 1,4 m , area 5: 1,4 x 1,6 m , area 6: 1,6 x 1,6 m , area 7: 1,4 x 1,4 m , area 8 1,4 x 1,6 m. Dengan adaya perubahan ukuran saluran maka untuk 5 tahun mendatang saluran tersebut mampu untuk menampung aliran air tersebut. Kata Kunci : drainase, debit, kapasitas
Copyrights © 2025