Alkitab sering dianggap sebagai literatur suci yang membutuhkan pemahaman yang mendalam, elemen humor dalam Injil sering kali diabaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari lebih lanjut masalah yang ada dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggunakan pendekatan penyebaran kuesioner. 38 orang yang menjawab kuesioner berasal dari berbagai provinsi dan sinode di Indonesia. Studi ini menemukan beberapa komponen yang memengaruhi kemampuan pembaca untuk memahami komedi dalam Injil. Temuan utama menunjukkan bahwa pengenalan humor dalam teks dipengaruhi oleh keterbatasan memori, bahasa, budaya, dan keputusan redaksional dan penerjemahan. Selain itu, ditemukan bahwa kemampuan untuk berimajinasi, sikap bebas dari rasa bersalah, dan selera humor yang baik adalah faktor penting dalam memahami humor dalam Injil. Selain itu, kualitas redaksional dan penerjemahan juga sangat penting untuk menjaga humor tetap ada.
Copyrights © 2025