Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana strategi yang dilakukan oleh KIP Kota Banda Aceh dalam mengedukasi pemilih pemula. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Informasi Organisasi oleh Karl Weick dan teori pembelajaran organisasi oleh Argyris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses penerimaan informasi dilakukan KIP dengan mencari informasi seputar pemilih pemula dan memetakan jumlah pemilih pemula, proses seleksi dengan cara menyeleksi informasi yang dapat digunakan dan menjadi pemilu 2019 sebagai acuan, serta proses retensi dengan cara merumuskan strategi dan menentukan teknis pelaksaan program menjadi dasar dalam membuat strategi. Berdasarkan perspektif teori pembelajaran organisasi, strategi edukasi yang dilakukan KIP hanya menerapkan pendekatan single-loop learning dan tidak ada unsur double-loop learning. Artinya, strategi edukasi yang dilakukan oleh KIP masih belum optimal dalam menjangkau dan meningkatkan pemahaman pemilih pemula. Salah satu kendala utama adalah sebagian besar program edukasi masih menggunakan strategi yang diterapkan pada Pemilu 2019 tanpa adanya inovasi yang signifikan.
Copyrights © 2025