Pendahuluan: Penilaian digital memberikan banyak manfaat, seperti hasil yang objektif dan cepat, fleksibilitas waktu, serta ketersediaan bank soal digital. Namun, berdasarkan observasi di Dabin III dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Nalumsari, Jepara, sebagian besar guru masih menggunakan metode konvensional yang memerlukan waktu lama dan rentan terhadap kesalahan penilaian. Hal ini dapat menghambat pengambilan keputusan yang tepat dalam mengembangkan potensi siswa. Metode: Kegiatan ini melibatkan pelatihan dan pendampingan bagi 14 guru perwakilan dari 12 SD di Dabin III dalam menyusun instrumen penilaian berbasis STEM menggunakan aplikasi DIGASS. Pelatihan mencakup pemahaman konsep penilaian, pengenalan platform digital STEM, serta penyusunan dan pengujian instrumen di DIGASS. Hasil: Pelatihan ini mendapat respon positif, dengan 69,23% guru menilai sangat baik dan 30,77% menilai baik. Guru mampu meningkatkan keterampilan dalam menyusun instrumen penilaian berbasis STEM melalui aplikasi DIGASS. Kesimpulan: Pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan penilaian digital berbasis STEM, sehingga dapat menjadi solusi untuk penilaian yang lebih efektif dan akurat di sekolah dasar.
Copyrights © 2025