Penelitian ini dilakukan untuk memahami pengaruh tambahan penghasilan pegawai terhadap kinerja pegawai dengan mempertimbangkan tekanan kerja sebagai variabel mediasi di Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Klaten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi apakah tambahan penghasilan dapat meningkatkan kinerja pegawai dan bagaimana tekanan kerja dapat mempengaruhi hubungan tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan survei yang melibatkan 60 karyawan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang berfokus pada tuntutan pekerjaan, penghasilan tambahan, dan kinerja pegawai. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh langsung dan uji Sobel untuk menguji mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tambahan penghasilan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai, namun tekanan kerja memediasi secara negatif hubungan antara tambahan penghasilan dan kinerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun insentif finansial dapat meningkatkan kinerja pegawai, pengelolaan tekanan kerja yang efektif sangat penting untuk memaksimalkan dampak positif dari tambahan penghasilan.
Copyrights © 0000