Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dukungan sosial terhadap resiliensi pada mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), dengan self-disclosure sebagai variabel moderator. Resiliensi dianggap penting untuk membantu mahasiswa menghadapi tantangan akademik dan sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring dengan 249 responden, menggunakan alat ukur Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), dan Self-Disclosure Questionnaire. Analisis data menggunakan SmartPLS 4 menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh positif signifikan terhadap resiliensi. Mahasiswa yang menerima lebih banyak dukungan dari keluarga, teman, dan orang signifikan menunjukkan tingkat resiliensi lebih tinggi. Selain itu, self-disclosure memperkuat hubungan ini dengan memungkinkan mahasiswa memanfaatkan dukungan sosial secara lebih efektif. Penelitian ini menggaris bawahi pentingnya intervensi yang mendorong keterbukaan diri dan dukungan sosial dalam meningkatkan resiliensi, terutama bagi mahasiswa dari latar belakang sosial ekonomi rendah.
Copyrights © 0000