Latar Belakang : Artikel ini berlatar belakang untuk mengkaji keterkaitan antara antropologi agama dan teologi agama dalam memahami dimensi manusia dan keilahian dalam konteks keagamaan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana kedua disiplin ilmu tersebut berinteraksi dalam membentuk persepsi terhadap keyakinan dan praktik agama, serta bagaimana pandangan tentang manusia dan Tuhan saling memengaruhi dalam kehidupan keagamaan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur untuk mengkaji karya-karya ilmiah yang relevan dalam bidang antropologi agama dan teologi agama. Metode analisis komparatif digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antara pemahaman antropologis tentang manusia dan pandangan teologis tentang Tuhan, serta untuk menilai bagaimana kedua perspektif tersebut saling memperkaya satu sama lain dalam konteks berbagai tradisi keagamaan. Hasil dan Pembahasan : Penelitian ini menemukan bahwa antropologi agama memberikan wawasan yang mendalam tentang praktik keagamaan manusia, sementara teologi agama memberikan penjelasan tentang sifat dan peran Tuhan dalam agama-agama tersebut. Kedua bidang ini saling melengkapi, dengan antropologi agama menyajikan konteks sosial dan budaya di mana teologi berkembang, sementara teologi agama memberikan makna transenden terhadap pengalaman keagamaan manusia. Kesimpulan : Artikel ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih holistik tentang hubungan antara manusia dan Tuhan dalam tradisi agama. Dengan mengintegrasikan perspektif antropologi dan teologi, penelitian ini membuka peluang untuk pengembangan pendekatan interdisipliner dalam studi agama yang lebih kaya dan kontekstual. Implikasinya, studi ini dapat memperkuat dialog antara disiplin ilmu sosial dan keagamaan, serta membantu dalam memahami dinamika kehidupan keagamaan yang lebih kompleks dalam masyarakat multicultural
Copyrights © 2024