Latar Belakang : Penelitian ini membahas epistemologi filsafat ilmu dengan fokus pada metode ilmiah dan non-ilmiah, termasuk positivisme, post-positivisme, dan konstruktivisme. Pemahaman berbagai pendekatan epistemologis sangat penting dalam konteks penelitian untuk menghasilkan pengetahuan yang valid dan relevan. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi perbandingan antara metode ilmiah dan non-ilmiah serta implikasinya terhadap metodologi penelitian. Metode : Metode yang digunakan adalah kajian literatur, di mana penulis mengumpulkan dan menganalisis sumber-sumber akademis yang relevan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang topik ini. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ilmiah, yang didasarkan pada positivisme, menekankan pengamatan objektif dan pengujian hipotesis, sementara post-positivisme mengakui kompleksitas realitas dan pentingnya konteks dalam memahami fenomena. Konstruktivisme menyoroti bahwa pengetahuan dibangun melalui interaksi sosial dan pengalaman individu. Integrasi antara metode ilmiah dan non-ilmiah dapat memperkaya pemahaman kita tentang realitas serta meningkatkan kualitas penelitian di berbagai disiplin ilmu. Kesimpulan : Pemahaman mendalam tentang berbagai pendekatan epistemologis memungkinkan peneliti untuk memilih metode yang paling tepat dalam menjawab pertanyaan penelitian, sehingga menghasilkan pengetahuan yang lebih komprehensif dan dapat diterapkan.
Copyrights © 2024