Desa Tanjung Jati, Kabupaten Muara Enim, menghadapi tantangan dalam produktivitas pertanian akibat keterbatasan ketersediaan air selama musim kemarau. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mendampingi petani dalam mengadopsi metode budidaya padi apung sebagai solusi inovatif. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan: penyuluhan, praktik langsung, dan evaluasi hingga panen. Penyuluhan memberikan edukasi mengenai konsep dasar padi apung, diikuti dengan praktik pembuatan rakit apung berbahan sterofoam berukuran 1x1 meter. Media tanam terdiri dari campuran pupuk organik, sekam bakar, dan tanah, dengan bibit padi yang disemai selama 10 hari sebelum pindah tanam. Evaluasi dilakukan dengan mengendalikan gulma dan pemupukan menggunakan larutan ecoenzyme. Hasil panen pada usia 110 hari menunjukkan produktivitas sebesar 150 gram gabah kering per rakit, yang diproyeksikan mencapai 1,5 ton gabah kering per hektar. Metode ini terbukti aplikatif dan potensial untuk meningkatkan produktivitas padi serta memberdayakan petani secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025