Penelitian ini untuk menelaah perspektif al-Qur’an dalam pemikiran filsuf Yunani mengenai permulaan penciptaan semesta alam. Menggunakan metode pendekatan kualitatif, jenis penelitian pustaka (library research), dimana penelitian yang objeknya berupa buku-buku dan jurnal serta karya ilmiah sebagai sumber datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif al-Qur’an terhadap pemikiran filsuf Yunani mengenai permulaan alam semesta. Keselarasan dan kontradiksian antara pemikiran filsuf Yunani dengan perspektif al-Quran. Adapun keselaran pemikiran yang berpendapat bahwa sumber dari segala sesuatu adalah air. Hal ini selaras dengan Quran Surat Al-Anbiya, surat An-Nur. Selain itu, pemikiran yang beranggapan bahwa sumber segala sesuatu tidak bersifat terbatas dan tidak bisa dilihat serta tidak berupa sesuatu yang biasa. Pemikiran yang beranggapan sumber segala sesuatu ialah udara atau uap, pemikiran tersebut selaras dengan al-Qur’an surah Fathir, dan Al-A’raf. Adapun kontradiksinya, yakni pada pemikiran Heraklitos, menerangkkan bahwa yang mendasari alam semesta ini ialah api. Pemikiran tersebut, mengalami kontradiksi dengan al-Qur’an yakni pada surah as-Sajdah dan at-Talaq yang menerangkan bahwa aktor penting ini yang mendasari alam semesta ini ialah Allah SWT. Kemudian pemikiran kontradiksi selanjutnya mengemukakan bahwa dunia ini bersifat keabadian. Pemikiran tersebut memiliki kontradiksi dengan al-Qur’an yakni pada surah al-Haqqah dan al-Qiyamah yang menerangkan bahwa dunia bersifat fana.
Copyrights © 2025