Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kedua media membentuk narasi mereka menggunakan model framing Entman, yang mencakup penentuan masalah, identifikasi penyebab, penilaian moral, dan usulan solusi, serta untuk menganalisis perbedaan framing antara Metro TV dan TVRI Jawa Tengah dalam memberitakan kebijakan penghapusan penjurusan untuk jenjang SMA di Indonesia. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif terhadap berita dari program "Metro Hari Ini" dan "Metro Siang" Metro TV, serta "Jawa Tengah Hari Ini" TVRI Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metro TV lebih kritis terhadap kebijakan ini, dengan menyoroti kurangnya koordinasi pemerintah, kesiapan infrastruktur yang belum optimal, dan dampaknya terhadap seleksi masuk perguruan tinggi. Sementara itu, TVRI Jawa Tengah membingkai kebijakan ini sebagai reformasi pendidikan yang positif dengan menampilkan implementasi di sekolah serta tanggapan siswa dan guru. Perbedaan framing ini menunjukkan bahwa media memiliki peran penting dalam membentuk opini publik terhadap kebijakan pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah meningkatkan komunikasi dengan tenaga pendidik dan orang tua, serta media memberitakan kebijakan secara lebih seimbang agar informasi yang diterima masyarakat lebih objektif.
Copyrights © 2025