Kurikulum Merdeka bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dalam proses pembelajaran dengan menyesuaikan metode dan materi ajar terhadap kebutuhan peserta didik. Namun, dalam implementasinya, berbagai kendala masih dihadapi oleh guru, seperti kurangnya persiapan, keberagaman karakteristik peserta didik, kesulitan dalam menemukan bakat dan minat mereka, serta rendahnya konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi solusi yang dapat diterapkan guna mengatasi kendala tersebut melalui lima aspek utama: perencanaan pembelajaran, pengembangan strategi pembelajaran, pengembangan materi ajar, pengembangan media pembelajaran, dan pengembangan metode pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru-guru di Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka masih menghadapi tantangan dalam perencanaan dan pelaksanaannya, terutama dalam hal asesmen diagnostik, diferensiasi pembelajaran, dan keterbatasan fasilitas. Beberapa solusi yang diterapkan antara lain pemanfaatan asesmen formatif untuk menyesuaikan strategi pengajaran, penguatan komunikasi dengan orang tua, serta penggunaan teknologi dan media pembelajaran inovatif. Kesimpulannya, efektivitas Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kesiapan guru dan dukungan sarana serta prasarana. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dalam peningkatan kompetensi guru dan strategi pembelajaran adaptif agar kurikulum ini dapat diterapkan secara optimal.
Copyrights © 2025