Kemampuan menyimak merupakan bagian penting dalam pengembangan intelektual anak. Sastra ekologis dapat dipilih sebagai media untuk mengembangkan kemampuan menyimak. Artikel ini bertujuan untuk menginformasikan peran sastra ekologis sebagai media akselrasi kemampuan menyimak pada anak. Gagasan dikonstruksi melalui desain mixed methods dengan fase kuanitatif dan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena yang diteliti. Fase kuantitatif dengan eksperimen. Sumber data peserta didik sekolah dasar kelas rendah di Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data dengan tes kemampuan menyimak cerita. Peserta didik di kelas kontrol belajar dengan media cerita rakyat Banyumas. Peserta didik di kelas ekperimen belajar dengan media audiobook cerita ekologis. Uji hipotesis terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan paired sample t-test. Fase kualitatif dilaksanakan dengan teknik observasi dan wawancara dan validitas data triangulasi teknik. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,0003<0,05. Nilai rata-rata skor post-test kelas eksperimen lebih tinggi dibandingan kelas kontrol yaitu 80,3>74,2. Cerita ekologis lebih unggul sebagai media untuk mengembangkan kemampuan menyimak karena di dalamnya menggambarkan peristiwa-peristiwa yang dekat dengan kehidupan anak. Akselrasi kemampuan menyimak dengan media sastra ekologis dilakukan dengan mendengarkan, memahami, menginterpretasi, mengevaluasi, dan menanggapi.
Copyrights © 2024