Keluarga merupakan lembaga utama dalam memberikan segala aspek kehidupan pada anak. Oleh karena itu, permasalahan di dalam suatu keluarga akan berdampak pada pembentukan karakter anak. Dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keluarga broken home terhadap terbentuknya perilaku delinkuen pada anak. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, serta dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga broken home mendorong pembentukan perilaku delinkuen pada anak akibat kurangnya pengawasan dan keteladanan dari orang tua. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu keretakan keluarga memegang peran penting dalam pembentukan karakter negatif pada anak.
Copyrights © 2024