Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hidden curriculum dalam buku pelajaran Sosiologi SMA dari era Megawati hingga Jokowi, serta mekanisme transfer ideologi dari siswa kepada anak usia dini. Dengan menggunakan analisis konten dan teori Reproduksi Ideologi Althusser, penelitian ini menemukan bahwa buku pelajaran Sosiologi mengarahkan siswa untuk memandang ketidaksetaraan sosial sebagai masalah individual, bukan struktural, serta menanamkan nilai nasionalisme dan multikulturalisme. Transfer ideologi ini berlangsung melalui learning continuum, di mana siswa SMA mentransfer nilai-nilai tersebut kepada anak-anak usia dini melalui interaksi sosial, yang memperkuat penerimaan terhadap hierarki sosial yang ada. Buku teks, meski memberikan ruang terbatas untuk kritik terhadap pemerintah, berfungsi tidak hanya sebagai sumber pengetahuan, tetapi juga sebagai alat untuk mempertahankan status quo sosial, ekonomi, dan politik yang ada. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi kurikulum untuk mendorong pemikiran kritis, mengintegrasikan perspektif kritis, serta pemberdayaan siswa dalam mengkritisi ketidakadilan struktural.
Copyrights © 2024