Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran strategis dalam mendukung pemulihan siswa yang mengalami trauma psikologis, yang sering kali berdampak signifikan pada perkembangan emosi dan sosial mereka. Artikel ini membahas peran Guru BK dalam memberikan layanan konseling, dukungan emosional, dan intervensi yang sesuai untuk membantu siswa memproses pengalaman traumatis. Dengan pendekatan berbasis empati dan teknik konseling yang terstruktur, Guru BK dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi siswa untuk mengekspresikan perasaan mereka. Selain itu, kolaborasi dengan orang tua, guru, dan profesional lainnya menjadi langkah penting untuk memastikan pemulihan yang holistik. Implikasi dari peran ini mencakup peningkatan regulasi emosi, kemampuan sosial, serta pemulihan hubungan interpersonal siswa. Artikel ini merekomendasikan penguatan kompetensi Guru BK melalui pelatihan khusus untuk mendukung siswa yang mengalami trauma dan mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang inklusif dan peduli terhadap kesehatan mental.
Copyrights © 2024