Produksi garam tradisional di Indonesia umumnya masih menggunakan kayu bakar sebagai sumber bahan bakar. Penggunaan kayu bakar tidak hanya meningkatkan biaya produksi, tetapi juga berdampak negatif terhadap lingkungan melalui deforestasi dan emisi polutan. Penelitian ini mengusulkan inovasi berupa pemanfaatan kompor oli bekas sebagai alternatif bahan bakar untuk meningkatkan efisiensi produksi garam tradisional sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Kompor oli bekas dirancang khusus untuk memanfaatkan limbah oli yang tidak terpakai, sehingga menghasilkan sumber energi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penggunaan kompor oli bekas dapat meningkatkan efisiensi energi hingga 60% dibandingkan dengan penggunaan kayu bakar. Selain itu, inovasi ini juga mengurangi emisi karbon dan polusi udara yang dihasilkan selama proses produksi. Dengan demikian, pemanfaatan kompor oli bekas berpotensi menjadi solusi inovatif yang tidak hanya meningkatkan produktivitas industri garam tradisional, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan limbah yang lebih baik
Copyrights © 2025