Asap cair merupakan cairan berwarna hitam maupun coklat berasal dari biomassa melalui proses pirolisis. Kulit jagung merupakan salah satu sumber limbah pertanian yang melimpah di Indonesia dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kandungan selulosa yang dimiliki kulit jagung menjadikan kulit jagung memiliki potensi sebagai bahan pembuatan asap cair. Dengan memanfaatkan kulit jagung sebagai bahan baku asap cair, penelitian ini berpotensi mengurangi limbah pertanian dan mendukung upaya inovasi dalam pengelilaan sumber daya alam. Tujuan penelitian untuk mengetahui kerakteristik asap cair yang dihasilkan dari proses pirolisis dan distilasi. Metode pirolisis pada suhu 75℃ dan 115℃, di distilasi dengan suhu 80℃-100℃ fraksi I, 101℃-125℃ fraksi II, 126℃-150℃ fraksi III, dan 151℃-180℃ fraksi IV. Pengujian meliputi uji warna, nilai pH, asam asetat dan Fenol. Hasil pengujian asap cairterbaik hasil pirolisis pada suhu 115o C berwarna coklat, pH 2,96; asam asetat 3,8%; Fenol 0,1564%. Hasil distilasi berwarna kuning; pH fraksi I 3,11; fraksi II 3,04; fraksi III 2,98; fraksi IV 2,74; asam asetat fraksi I 1,6%; fraksi II 1,8%; fraksi III 1,9%; fraksi IV 2,2%; Fenol fraksi I 0,1867%; fraksi II 0,1905%; fraksi III 0,2558%; fraksi IV 0,2586%. Karakteristik hasil pirolisis dan distilasi memenuhi SNI 8985:2021 dan masuk kategori grade 2.
Copyrights © 2025