Henti jantung merupakan keadaan yang sangat mengancam nyawa. Angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah sebagai salah satu penyebab henti jantung selalu meningkat, bukan hanya disebankan oleh masalah pada jantung dan pembuluh darah saja tapi juga disebabkan oleh trauma. Angka kejadian serangan jantung saat ini sangat tinggi bahkan pada orang dengan usia muda, kejadian serangan jantung di OHCA (Out-of-Hospital Cardiac Arrest) dengan kemungkinan selamat rendah, serta layanan medikal service gawat dararurat juga kurang baik menjadikan kesempatan hidup penderita sangat kecil. Kader merupakan warga masyarakat yang dipilih masyarakat oleh masyarakat serta bekerja dengan sukarela untuk membantu peningkatan kesehatan masyarakat. Kelurahan Kahuripan adalah salah satu daerah di Kota Tasikmalaya dengan angka kejadian hipertensi yang tergolong tinggi yang berisiko terhadap terjadinya serangan jantung. Tujuan: Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam penangan korban henti jantung pre hospital. Metode: Pelatihan pemberian bantuan hidup dasar ini mengunakan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi serta simulasi. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengenali tanda kegawatan dan penanganan serangan jantung hal ini ditunjukan pada hasil pre dan post test pengetahuan kader meningkat dari 51% menjadi 94% serta Ketika dievaluasi secara acak pada kader setelah satu bulan menunjukan kader dapat mendemonstrasikan kembali ketrampilan bantuan hidup dasar pada korban henti jantung. Kesimpulan: Dengan dilakukannya pelatihan Bantuan Hidup Dasar ini dapat mengurangi serta memperkecil angka kematian yang diakibatkan karena serangan jantung. Saran: Pelatihan ini diharapkan dapat dilanjutkan atau disampaikan oleh kader pada masyarakat disekitar wilayah kerja posyandunya dan ada evaluasi berkelanjutan dari mitra Puskesmas.
Copyrights © 2025