Desa Ploso menghadapi permasalahan lingkungan akibat urbanisasi dan berkurangnya ruang hijau, yang berdampak pada peningkatan suhu mikroklimat serta menurunnya kualitas udara. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan pekarangan sebagai ruang hijau produktif masih rendah. Oleh karena itu, program penghijauan melalui metode Tanaman Buah dalam Pot (Tabulampot) dilakukan sebagai solusi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam penghijauan pekarangan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi tiga tahap: (1) observasi dan koordinasi dengan mitra untuk memahami kondisi pekarangan dan kesiapan masyarakat, (2) pelaksanaan pelatihan yang mencakup edukasi, praktik budidaya tabulampot, dan distribusi bibit buah, serta (3) pendampingan dan evaluasi untuk memantau keberhasilan program. Hasil program menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki motivasi tinggi dalam menerapkan metode tabulampot, dengan 70% peserta menunjukkan ketertarikan yang besar. Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penghijauan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dari hasil panen serta memperkuat interaksi sosial dalam komunitas. Kesimpulannya, program penghijauan pekarangan dengan metode tabulampot terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Keberlanjutan program ini memerlukan pendampingan serta dukungan dari pemerintah desa dan pihak terkait agar manfaatnya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang.
Copyrights © 2025