Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan preferensi dan frekuensi konsumsi makanan tradisional dan cepat saji pada remaja di Provinsi Bali. Desain penelitian ini adalah cross-sectional menggunakan data Pengaruh Perkembangan Teknologi Pangan dan Modernisasi terhadap Perilaku Konsumsi Pangan di Perkotaan dan Perdesaan 15 Provinsi di Indonesia dengan subjek 384 remaja. Uji beda independent sample t-test dan ANOVA dilakukan untuk menguji perbedan preferensi makanan tradisional dan cepat saji menurut karakteristik subjek. Hasil menunjukkan, terdapat perbedaan pada preferensi dan frekuensi konsumsi antara makanan tradisional dan cepat saji dengan skor keduanya tinggi pada makanan cepat saji dibandingkan makanan tradisional (p<0,05). Namun, berdasarkan kelompok pangan, preferensi makanan lebih tinggi pada makanan tradisional menurut kelompok ikan serta frekuensi konsumsi menurut kelompok ikan, telur, snack, dan minuman non susu. Terdapat perbedaan yang signifikan pada preferensi konsumsi makanan tradisional berdasarkan jenis kelamin, usia, tempat tinggal, dan pendapatan ayah (p<0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan frekuensi konsumsi makanan tradisional berdasarkan usia (p<0,05). Perbedaan signifikan juga ditemukan pada preferensi makanan cepat saji berdasarkan usia serta frekuensi konsumsi makanan cepat saji berdasarkan jenis kelamin, usia, dan pendapatan ayah (p<0,05).
Copyrights © 2024