Gulma merupakan tumbuhan yang tidak diharapakan keberadaannya oleh manusia, gulma sendiri dapat merugikan manusia secara langsung maupun tidak langsung. Alternatif yang dapat dilakukan saat ini untuk pengendalian gulma yang berwawasan lingkungan sedang marak dilakukan. Mencari senyawa dengan potensi golongan fenol dari tumbuhan lain dapat dimanfaatkan sebagai bioherbisida. Tujuan penelian untuk mengetahui efektivitas dari herbisida ekstrak daun ketapang laut dan ekstrak daun mangga arumanis pada berbagai konsentrasi dalam mengendalikan gulma rumput teki. Penggunaan ekstrak daun ketapang laut dan ekstrak daun mangga dapat diindikasikan untuk menjadi herbisida nabatikarena senyawa yang terkandung seperti fenol, asam fenolik dan flavonoid dapat memberikan efek fitotoksisitas pada rumput teki. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial. Faktor pertama konsentrasi ekstrak daun ketapang dan ekstrak daun mangga arumanis , faktor kedua berbagai konsentrasi ekstrak yakni 40%, 60%, 80%, 100% dan menggunakan kontrol (0%). Perlakuan diulang sebanyak 4 kali pengulangan dan menghasilkan 36 unit percobaan. Metode analisa yang digunakan adalah analisis ragam yang dilanjut dengan Uji Dunnett. Hasil analisa menunjukkan penggunaan jenis ekstrak tanaman dan berbagai konsentrasi ekstrak memberikan pengaruh signifikan terhadap fitotoksisitas rumput teki. Hal ini terjadi karena Pengaruh adanya reaksi dari herbisida nabati pada fitotoksisitas yang terjadi pada gulma teki.
Copyrights © 2024