Menurut Efendi remaja dengan intensitas penggunaan media sosial tinggi, interaksi sosialnya menjadi bersifat tak langsung yaitu sosiabilitasnya cenderung rendah dan kepekaan sosialnya cenderung rendah disebut dengan sikap apatis. Remaja hanya peduli dengan dunianya yaitu asyik bermain dengan media sosial sampai tidak peka dengan yang terjadi di lingkungan sekitar mereka. Intensitas penggunaan media sosial yang tidak terbatas berakibat pada sikap apatis remaja yang tidak peduli terhadap keadaan kondisi lingkungan sekitar. (Pratama & Sari, 2020) Dampak negatif dari media sosial adalah dapat menimbulkan masalah gangguan kesehatan mental terhadap remaja yang berlebihan menggunakan media sosial, sehingga kebanyakan anak jaman sekarang mempunyai sikap yang berbeda seperti biasanya. Selain itu penggunaan media sosial berlebihan lebih berdampak langsung pada kesehatan fisik, seperti gangguan penglihatan pada mata (rabun jauh), tekanan darah tinggi, nyeri punggung bawah, hingga obesitas. Hal tersebut sangatlah berbahaya untuk kesehatan dalam tubuh kita dan membuat kita tidak bersemangat dalam hal apapun. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adakah hubungan kesehatan mental terhadap media digital pada siswa SMP Provinsi Bengkulu. Metode penelitian ini menggunakan korelasional dengan pengambilan sampel bejumlah 102 siswa terdiri dari laki-laki 40 orang dan perempuan 62 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya korelasi sebesar 0,891 dengan taraf sigifikansi 0,00 menunjukkan bahwa adanya hubungan positif yang signifikan antara penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental yang cukup kuat dengan nilai R square 0,793 atau 79,3% media sosial memberikan sumbangsih terhadap peningkatan terhadap kesehatan mental.
Copyrights © 2022