Pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) berperan penting dalam pengembangan literasi dan keterampilan komunikasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asesmen diagnostik kognitif dan nonkognitif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Semarang. Asesmen ini bertujuan untuk memahami keberagaman gaya belajar siswa serta efektivitas media pembelajaran yang digunakan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui angket asesmen diagnostik yang melibatkan 36 siswa kelas XI-10. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya belajar kinestetik mendominasi, dengan 50% siswa lebih cenderung pada pembelajaran berbasis aktivitas fisik. Sementara itu, asesmen kognitif menunjukkan bahwa 61,5% siswa lebih memilih video sebagai media utama dalam memahami materi. Di sisi lain, asesmen nonkognitif mengungkapkan bahwa 88,5% siswa memahami materi yang diajarkan. Penelitian ini menyarankan penggunaan media pembelajaran yang lebih beragam, termasuk video, teks, dan aktivitas praktis, untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik asesmen yang lebih efektif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat SMA.
Copyrights © 2025