Kemiskinan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi keberadaan pekerja anak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiskinan terhadap pekerja anak, serta mengeksplorasi pengaruh program Keluarga Harapan (PKH) dan kepemilikan lahan, khususnya pada rumah tangga petani. Penelitian ini juga menelaah variabel kontrol seperti ukuran rumah tangga, jenis kelamin kepala rumah tangga, lapangan usaha kepala rumah tangga, dan lokasi tempat tinggal rumah tangga. Metode yang digunakan adalah analisis regresi logistik dengan data yang diperoleh dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga dengan status miskin memiliki probabilitas lebih tinggi untuk memiliki pekerja anak, sementara rumah tangga petani yang memiliki lahan cenderung memiliki probabilitas yang lebih kecil untuk mempekerjakan anak. Selain itu, variabel kontrol seperti ukuran rumah tangga dan jenis kelamin kepala rumah tangga juga berpengaruh signifikan terhadap keberadaan pekerja anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kemiskinan menjadi faktor utama yang mendorong rumah tangga untuk mempekerjakan anak, sedangkan kepemilikan lahan pada rumah tangga petani dapat mengurangi risiko pekerja anak. Implikasi kebijakan dari hasil penelitian ini adalah perlunya reformasi agraria untuk memberikan hak kepemilikan lahan yang lebih luas kepada petani, sehingga dapat mengurangi angka pekerja anak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Copyrights © 2025