Penelitian ini mengkaji fenomena 80% pegawai PT Citilink Indonesia adalah milenial, belum optimalnya penyelarasan aspek organisasi dan budaya dan adanya resistensi atau ketidaksesuaian dengan kebutuhan pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi kreatif melalui aplikasi HelloCITI menjadi sirkulasi pesan yang kreatif dalam memberikan layanan informasi terpadu bagi pegawai PT Citilink Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Rogers (2003) yang meliputi aspek Inovasi, saluran Komunikasi, Jangka Waktu, dan sistem sosial serta konsep komunikasi kreatif Tom Kelley dan David Kelley dalam bukunya "creative confidence": unleashing the creative potential within us all (2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kreatif menggunakan aplikasi HelloCITI dapat menjadikan sirkulasi pesan yang kreatif, mengurangi kesalahan informasi, serta mempercepat proses distribusi informasi yang relevan. Selain itu, adaptasi pegawai dengan budaya kreatif berjalan sangat cepat dengan dukungan management. Meskipun terdapat tantangan dan hambatan dalam menjadikan sirkulasi pesan ini menjadi sebuah pesan yang kreatif namun elemen-elemen kreatif dalam desain dan fitur aplikasi HelloCITI turut berperan menjadi solusi dalam meningkatkan keterlibatan pegawai dan kepuasan pegawai terhadap layanan informasi yang diberikan.
Copyrights © 2025