Penelitian ini menganalisis volatilitas saham pada perusahaan yang tergabungdalam indeks LQ45, yaitu XL Axiata, Bank Negara Indonesia, Gudang Garam,dan Sido Muncul, selama periode Agustus 2022 hingga Juli 2024. Hasilmenunjukkan adanya variasi signifikan dalam tingkat volatilitas di antaraperusahaan-perusahaan tersebut, dengan Gudang Garam mencatatkanvolatilitas tertinggi dan Sido Muncul yang paling stabil. Analisis jugamengungkapkan bahwa harga minyak mentah dan harga emas memilikipengaruh signifikan terhadap volatilitas saham, sementara IndeksKetidakpastian Kebijakan Ekonomi Global (GEPU Index) berkontribusi padaketidakstabilan pasar, terutama selama krisis seperti pandemi COVID-19.Temuan ini menekankan pentingnya strategi mitigasi risiko yang disesuaikandengan karakteristik sektor untuk membantu perusahaan menghadapitantangan pasar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagiinvestor dalam pengambilan keputusan investasi yang lebih cerdas danterinformasi, serta meningkatkan pemahaman tentang hubungan antaravolatilitas saham dan faktor makroekonomi di pasar modal Indonesia. This study analyzes stock volatility in companies included in the LQ45 index,namely XL Axiata, Bank Negara Indonesia, Gudang Garam, and Sido Muncul,during the period from August 2022 to July 2024. The results show significantvariations in the level of volatility among these companies, with Gudang Garamrecording the highest volatility and Sido Muncul the most stable. The analysisalso reveals that crude oil prices and gold prices have a significant influence onstock volatility, while the Global Economic Policy Uncertainty Index (GEPUIndex) contributes to market instability, especially during crises such as theCOVID-19 pandemic. These findings emphasize the importance of riskmitigation strategies tailored to sector characteristics to help companies facemarket challenges. This study is expected to provide insights for investors inmaking smarter and more informed investment decisions, as well as improveunderstanding of the relationship between stock volatility andmacroeconomic factors in the Indonesian capital market.
Copyrights © 2024