AbstrakTujuan dari penelitian ini yaitu, 1) Mendeskripsikan peran kader Bina Keluarga Lansia dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dan 2) Mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung kader dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Terbentuknya BKL dilatarbelakangi dengan adanya masalah tingginya angka penduduk lansia yang berakibat tingginya angka konsumsi dibanding produksi, selain itu lansia merasa tidak dihargai, tidak dibutuhkan dan tidak dipedulikan oleh keluarganya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah 2 orang Kader BKL, 2 orang warga lansia dan 1 orang PLKB. Hasil penelitian yaitu peran kader sebagai pembimbing, motivator, mengelola kelompok BKL, penyuluhan, rujukan lansia. Kesimpulan peran kader telah dilakukan dengan baik sehingga warga lansia mendapat perhatian lebih dari para kader dan kesehatan para lansia juga lebih terkontrol. Untuk faktor pendukung, pemerintah desa, kecamatan serta masyarakat sekitar sangat mendukung kegiatan BKL, sementara faktor penghambat terbatasnya obat yang diberikan, alat transportasi yang kurang memadai serta kurangnya diskusi mengenai pendanaan.
Copyrights © 2025