Shautut Tarbiyah
Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan

Kesalahan Berbahasa Indonesia dalam Laporan Penelitian Dosen STAIN Ponorogo Tahun Anggaran 2011

Yuentie Sova Puspidalia (Dosen STAIN Ponorogo)



Article Info

Publish Date
01 May 2013

Abstract

Bahasa Indonesia merupakan bahasa bangsa Indonesia yang mampu mempersatukan rakyat Indonesia dengan berbagai corak budayanya. Meskipun demikian, dalam perkembangannya, para pemakai bahasa  Indonesia tampak tidak acuh terhadap bahasanya sendiri. Hal itu terbukti tidak sedikit pemakai bahasa Indonesia (termasuk mahasiswa dan dosen) yang melakukan kesalahan dalam berbahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis. Mereka sepertinya kurang atau bahkan tidak menghiraukan bagaimana seharusnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Karena itu, untuk membantu mengurangi kesalahan-kesalahan tersebut perlu dilakukan analisis. Artikel ini, diangkat dari penelitian yang dilakukan untuk mengetahui tingkat kesalahan berbahasa Indonesia dan jenis kesalahannya dalam laporan hasil penelitian dosen STAIN Ponorogo tahun anggaran 2011. Penelitian deskriptif ini untuk membuat gambaran secara jelas mengenai suatu hal/fenomena sekaligus menerangkan hubungan, menentukan prediksi serta mendapatkan makna dan implikasi dari suatu masalah yang ingin dipecahkan. Data utama diambil dari 36 buah laporan hasil penelitian dosen STAIN Ponorogo tahun  Anggaran 2011. Data-data tersebut dikumpulkan dan dicatat kesalahan-kesalahan yang  ada dalam sebuah tabel untuk selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan jenis kesalahannya. Data dianalisis dengan mengidentifikasi kesalahan-kesalahan berbahasa. Kesalahan-kesalahan berbahasa tersebut diklasifikasikan dalam kelompok-kelompok tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Laporan Penelitian Dosen STAIN Ponorogo terdapat kesalahan berbahasa yang meliputi kesalahan fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Kesalahan terbesar terletak pada kesalahan fonologi pada daerah kesalahan penggunaan tanda baca hingga mencapai 1134 kali. Kemudian, kesalahan sintaksis mencapai 415 kali. Selanjutnya, kesalahan terkecil terjadi pada tataran semantik, yakni hanya 41 kali.Kata Kunci:  Analisis, kesalahan berbahasa, fonologi, morfologi, sintaksis, semantik

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

shautut-tarbiyah

Publisher

Subject

Education Social Sciences

Description

Jurnal Shautut Tarbiyah adalah satu dari banyak jurnal yang ada di IAIN Kendari yang membahas Ilmu-Ilmu Sosial dan ...