Proses belajar mengajar merupakan proses interaksi antara guru dengan peserta didik yang dalamnya banyak aktivitas belajar sehingga dapat tercapainya suatu tujuan pembelajaran. Dalam mencapai tujuan pembelajaran guru dapat menggunakan salah satu model pembelajaran probing prompting. Berdasarkan hal tersebut maka yang menjadi tujuan penelitian dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui pengertian model pembelajaran probing promting, untuk mengetahui langkah-langkah penerapan probing prompting dan untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan dari penggunaan model probing prompting dalam aktifitas belajar peserta didik. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode library research atau kajian pustaka. Dari hasil kajian pustaka ditemukan bahwa model pembelajaran probing prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menurunkan dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan pengetahuan dan pengalaman peserta didik dengan pengetahuan baru yang dipelajari. Selanjutnya peserta didik mengkontruksi konsep, prinsip dan aturan menjadi pengetahuan baru. Adapun langkah-langkah penerapan model probing prompting dalam aktifitas belajar adalah guru mempersiapkan materi yang akan didiskusikan berupa permasalahan baik dalam bentuk gambar, rumus maupun situasi lainnya. Peserta didik harus merusumuskan pertanyaan dan jawaban, jika jawaban tepat maka guru akan menanggapinya dan memberitahukan kepada peserta didik lain. Jika jawaban salah maka guru akan memberi petunjuk untuk menyelesaikan jawaban tersebut. Kelebihan model pembelajaran probing-prompting yaitu dapat mengembangkan keberanian peserta didik dalam menjawab dan mengemukakan pendapat. Peserta didik akan lebih aktif dalam menjawab pertanyaan, karena semua peserta didik mendapat berkesempatan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan guru, dan memiliki kesempatan menanggapi hasil jawaban peserta didik lainnya. Sedangkan kekurangannya adalah guru mengalami kesulitan dalam membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir dan pemahaman peserta didik. Ketika guru kurang dapat membawa diri pada saat bertanya, maka peserta didik akan merasa takut sehingga dapat menghambat cara berpikir siswa dan banyak menghabiskan banyak waktu pada saat meminta peserta didik secara satu persatu untuk merumuskan pertanyaan dan jawaban ketika proses aktifitas belajar.
Copyrights © 2023